Download di link berikut:
Jadwal Krl 2013
Semoga bermanfaat.
Wednesday, October 23, 2013
Thursday, March 7, 2013
KE STASIUN GAMBIR DARI STASIUN GONDANGDIA
Beberapa saat yang lalu saya sempat merasakan bagaimana susahnya berangkat ke Stasiun Gambir dengan commuter line dari Depok. Pada awalnya saya memilih commuter line karena terpikirkan dapat langsung turun di Stasiun Gambir tanpa perlu berganti-ganti moda lainnya.
Tetapi begitu saya sampai di depan loket stasiun untuk membeli tiket CL, terbaca oleh kedua mata saya sebuah pengumuman yang menyatakan bahwa semua rangkaian KRL tidak lagi berhenti di stasiun gambir. Kaget pasti, tapi bagaimana lagi jam keberangkatan kereta saya dari gambir sudah makin dekat. Karena berangkat pagi hari di jam-jam padat orang berangkat kerja, alhasil saya pun susah naik karena CL yang lewat selalu penuh sesak. Bahkan pintu kereta sampai tidak dapat tertutup karena terhalang badan penumpang yang nekat.
Mau tak mau, saya tetap naik CL sampai Stasiun Gondangdia, stasiun sebelum Stasiun Gambir. Begitu turun dari CL saya langsung dihampiri beberapa tukang ojek yang menawarkan jasa mereka. Nampaknya kebijakan PT KA yang satu ini cukup berdampak positif pada para tukang ojek itu. Semoga.
Tarif ojek ke stasiun gambir dari gondangdia kurang lebih 15ribu. Hanya saran, sebaiknya jangan tanyakan tarif ke tukang ojek, langsung saja bayar begitu sampai tujuan dengan uang pas tentunya.
Sempat terfikir kemudian saat saya teringat bahwa beberapa lalu PT KAI memberlakukan sistem tiket terusan bagi penumpang kereta jarak jauh untuk naik CL pada tanggal yang sama dengan tanggal keberangkatan. Lalu ketika CL tidak berhenti lagi di Gambir apakah sistem tiket terusan itu jadi berguna untuk penumpang?
Setelah mencari tau, ternyata alasan dari PT KA menerapkan kebijakan ini adalah diberlakukannya sistem boarding pass di stasiun-stasiun kereta jarak jauh. Hmmm entah.....
Tuesday, October 16, 2012
Cara Pemesanan Tiket Kereta Api
Berbagai perubahan ke arah yang positif telah dilakukan oleh PT KA. Dari kesemua perubahan itu, menurut saya pribadi yang paling tampak adalah dalam hal ticketing. Dahulu untuk memesan tiket kereta api kita harus berdesak-desakan di stasiun bahkan harus antri seharian demi sebuah tiket. Sekarang nampaknya sedikit berubah, kita dapat memesan tiket kereta api dengan berbagai cara.
Rail Box
PT KA bekerja sama dengan BNI menerbitkan sebuah kartu yang disebut dengan Rail Card. Krtu tersebut dapat diisi dengan sejumlah tertentu saldo yang dapat digunakan untuk reservasi tiket KA. Namun pemesanan tiket hanya dapat dilakukan melalui mesin-mesin yang disebut Rail Box. Saat ini Rail Box dapat dijumpai di sejumlah stasiun dan pusat perbelanjaan.
Alfamart / Indomaret / Kantor Pos
Pemesanan tiket KA juga dapat dilakukan melalui dua minimarket tersebut. Untuk memesan tiket KA anda akan dikenakan biaya reservasi 7500 rupiah. Anda akan mendapatkan sebuah struk pemesanan yang harus ditukarkan lagi dengan tiket KA di stasiun keberangkatan paling lambat satu jam sebelum kereta berangkat.
Pemesanan Online
Mulai beberapa bulan yang lalu anda dapat memesan tiket kereta api secara online. Pemesanan dapat dilakukan di website PT KA www.kereta-api.co.id. Pembayaran harus anda lakukan paling lambat dua jam setelah pemesanan melalui atm terdekat. Setelah itu tiket akan dikirimkan melalui email anda.
Call Center 121
Jika anda memiliki pulsa lebih, anda dapat melakukan pemesanan tiket KA melalui call center 121. Pembayaran dapat dilakukan melalui ATM. Anda harus menukarkan bukti pembayaran dari ATM di loket stasiun keberangkatan.
KEUNTUNGAN, HAMBATAN, DAN PERKEMBANGAN TERKINI FUEL CELL
A. Keuntungan dan Hambatan dalam
Pengembangan Fuel Cell
Beberapa benefit
yang dapat diperoleh dalam penggunaan teknnologi fuel cell, antara lain:
1.
Transformasi Energi yang Singkat
Ketika
fuel cell digunakan untuk menghasilkan energi listrik maka fuel cell hanya
membutuhkan sedikit transformasi energi, yaitu dari energi kimia menjadi energi
listrik. Lain halnya mesin kalor yang harus mengubah energi kimia menjadi
energi panas kemudian menjadi energi mekanik yang akan memutar generator untuk
menghasilkan energi listrik. Fuel cell yang diaplikasikan untuk menggerakkan
motor listrik memiliki jumlah transformasi energi yang sama dengan mesin kalor,
tetapi transformasi energi pada fuel cell memiliki efisiensi yang lebih tinggi.
2. Suhu Operasional Rendah
Fuel
cell hanya memerlukan sedikit waktu pemanasan. Sehingga resiko operasional pada
temperatur tinggi dapat dikurangi dan efisiensi termodinamik dari reaksi
elektrokimia dapat lebih baik.
3.
Efisiensi
Tinggi
Konversi
energi fuel cell biasanya lebih effisien daripada jenis pengubah energi
lainnya. Efiensi konversi energi dapat dicapai hingga 60-80%. Karena fuel cell
tidak menggunakan proses pembakaran dalam konversi energi, maka efisiensinya tidak
dibatasi oleh efisiensi siklus Carnot.
4.
Tidak
Mengeluarkan Emisi Berbahaya
Fuel
cell hanya akan mengeluarkan uap air apabila memakai hidrogen murni. Namun
ketika memakai hidrogen hasil dari reforming hidrokarbon atau fosil maka harus
dilakukan uji emisi untuk menentukan apakah sistem tersebut masih dapat
dikategorikan beremisi rendah.
Selain
itu, sistem ini juga tidak mengeluarkan suara (tidak berisik), kecuali suara
dari beberapa peralatan pendukung seperti pompa, kipas, kompresor, dll.
5.
Waktu
Pengisian Hidrogen Singkat
Sistem
fuel cell tidak memerlukan penyetruman layaknya baterai. Fuel cell harus diisi
ulang dengan hidrogen, dimana prosesnya lebih cepat dibandingkan penyetruman
baterai.
6.
Cepat Beradaptasi pada Perubahan Pembebanan
Fuel
cell memiliki karakteristik yang baik dalam beradaptasi pada perubahan beban.
Sistem Fuel cell yang menggunakan hidrogen murni dan digunakan pada sebagian
besar peralatan mekanik memiliki kemampuan untuk merespon perubahan pembebanan
dengan cepat.
7.
Tidak
Bising dan Tidak Berbau
Fuel
cell tidak menimbulkan bau tertentu karena zat buangnya berupa H2O
atau unsur air. Selain itu fuel cell juga tidak dapat menimbulkan kebisingan.
Karena tidak adanya proses pembakaran dan tidak ada pula komponen yang
bergerak.
Dalam
upaya pengembangan teknologi fuel cell dijumpai beberapa kendala yang dapat
menghalangi implementasi fuel cell secara massal, diantaranya:
1.
Sensitifitas
pada Kontaminasi Zat Asing
Fuel
cell membutuhkan hidrogen murni yang terbebas dari kontaminasi zat asing. Zat
asing seperti sulfur dan campuran senyawa karbon dapat menonaktifkan
katalisator dalam fuel cell dan secara efektif akan menghancurkannya. Pada
mesin kalor pembakaran dalam, masuknya zat asing tersebut tidak menghalangi
konversi energi melalui proses pembakaran.
2.
Pengadaan
Hidrogen
Hidrogen
adalah unsur yang sulit untuk diproduksi dan disimpan. Walaupun hidrogen
merupakan unsur yang paling banyak terdapat di alam semesta namun keberadaannya
terikat sebagai senyawa oksida. Maka untuk menghasilkan gas hidrogen diperlukan
tenaga listrik yang sebagian besar dihasilkan dari sumber energi penyebab
polusi. Saat ini proses produksi hidrogen masih sangat mahal dan membutuhkan
input energi yang besar.
3.
Rentan terhadap Pembekuan
Apabila
temperatur lingkungan di sekitar fuel cell terlampau sangat dingin yaitu pada
-10 hingga -20 oC maka air murni yang dihasilkan akan membeku di
dalam fuel cell. Kondisi ini dapat merusak membran fuel cell. Untuk itu harus
didesain sebuah sistem yang dapat menjaga fuel cell agar tetap berada dalam
kondisi temperatur normal untuk beroperasi.
4.
Sistem
dan Komponen yang Mahal
Beberapa
material alternatif dan metode konstruksi yang baru perlu dikembangkan sehingga
dapat mengurangi biaya pembuatan sistem fuel cell.
Dimasa
depan diharapkan dapat dihasilkan sebuah sistem fuel cell yang lebih kompetitif
dibandingkan mesin pembakaran konvensional.
5.
Ketersediaan
Infrastruktur
Masalah
lain yang akan timbul jika hidrogen digunakan sebagai bahan bakar adalah
kebutuhan infrastruktur untuk pendistribusian hidrogen ke tempat penggunanya.
B. Perkembangan Terkini Fuel Cell
Fuel cell didemonstrasikan
oleh Sir William Robert Grove, seorang ahli hukum merangkap sebagai ahli fisika
amatir, pada tahun 1839, dengan melakukan pembalikan elektrolisa air, elektrode
yang digunakan adalah platina. Istilah fuel cell digunakan pertama kali oleh
Charles Langer dan Ludwig Mond pada 1889, pada saat mencoba membuat
mesin generator dengan menggunakan udara dan gas arang.
Fuel cell yang
telah mulai dikembangakan sejak pertengahan abad ke 20 dan makin digalakkan
penggunaannya untuk penggerak mobil pada tahun 1990an. Di negara-negara maju Fuel
cell telah banyak yang digunakan untuk kebutuhan stasioner, misalnya pada
stasiun pembangkit listrik dengan kapasitas sedang, bahkan telah diuji di Jepang
dan Itali dengan kapasitas tinggi.
Penerapan
teknologi fuel cell tersebut masih dihadapkan pada kendala biaya pengadaan yang
sangat mahal. Oleh karena itu peneliti dari semua bidang ilmu sedang bekerja
keras untuk menemukan metode produksi hidrogen berbahan baku air dengan harga
murah. Metode pembuatan hidrigen dengan elektrolisis konvensional sudah ditinggalkan
karena menggunakan energi listrik yang mahal. Perkembangan terkini ilmuwan sedang
mengembangkan elektrolisis dengan bantuan sinar matahari dan logan Rutenium
atau Titanium serta Tungsten ditambah dengan dye sensitizer agar dapat
menggunakan sinar tampak yang komposisinya 48 % dari seluruh sinar matahari
untuk menghasilkan hidrogen dari air. Namun keberhasilan metode ini baru
sebatas skala lab dengan konversi paling tinggi baru 3 % yang belum tergolong
dalam kategori ekonomis.
Daftar Pustaka
Anonim. “Benefits”. Fuel Cell 2000. http://www.fuelcells.org/fuel-cells-and-hydrogen/benefits/ (24 sept, 2012)
Ilcham, Adi, dan Mahreni. “Pengembangan Teknologi Bersih berbasis Hidrogen menggunakan Sumber Daya Alam Indonesia”. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” (2011): 1-11
Kurnianingsih, Nia. “Teknologi Penghasil Energi Ramah Lingkungan”. http://www.alpensteel.com/article/65-109-energi-fuel-cell-sel-bahan-bakar/1039--perkembangan-fuel-cell.html (25 sept, 2012)
Ilcham, Adi, dan Mahreni. “Pengembangan Teknologi Bersih berbasis Hidrogen menggunakan Sumber Daya Alam Indonesia”. Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia “Kejuangan” (2011): 1-11
Kurnianingsih, Nia. “Teknologi Penghasil Energi Ramah Lingkungan”. http://www.alpensteel.com/article/65-109-energi-fuel-cell-sel-bahan-bakar/1039--perkembangan-fuel-cell.html (25 sept, 2012)
Suhada,
Hendrata. “Fuel Cell Sebagai Penghasil Energi Abad 21”. Jurnal Teknik Mesin 3
(2001): 92-100
Sunday, October 14, 2012
Transportasi Solo Jakarta
Kedua kota ini memang memiliki koneksi transportasi yang bagus. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya jenis moda transportasi yang menghubungkan kedua kota ini. Ramainya urbanisasi dan menggeliatnya industri pariwisata Solo Raya mungkin menjadi penyebab utamanya.
Bus
Bus adalah moda transportasi yang masih menjadi unggulan karena harganya yang terjangkau. Bus yang memiliki trayek Solo-Jakarta antara lain: Rosalia Indah, Harapan Jaya, Kramat Djati, Lorena, Safari, Gunung Mulia, Mulyo Indah, Raya, dan masih banyak lagi.
Saat ini tawaran kelas layanan bus makin variatif. Bahkan ada PO bus yang menyediakan kelas super eksekutif. Kelas pelayanan yang ditawarkan biasanya kelas eksekutif, vip, patas, dan ekonomi. Perbedaan dari kelas-kelas tersebut terletak pada susunan konfigrasi (kelapangan) kursi, servis makan, dan snack. Dari Jakarta penumpang dapat naik/turun di Terminal Rawamangun, Lebak bulus, Pulo Gadung, Kampung Rambutan, dan di beberapa tempat agen bus AKAP seperti PAL dan simpang depok di kota Depok, cikarang (bekasi). Kelemahan dari moda ini adalah lamanya durasi perjalanan akibat seringnya terjadi kemacetan di sepanjang Pantura. Karena sepanjang tahun ada saja perbaikan di jalur ini.
Kereta Api
Moda transportasi yang satu ini memiliki peminat yang sangat banyak karena beberapa keunggulannya seperti bebas macet dan harga yang sangat murah untuk kereta ekonomi. Jadwal yang tersedia juga sangat banyak karena sektor ini dilayani oleh berbagai macam kereta antara lain: Argo Lawu, Argo Dwipangga, dan Bima untuk kereta kelas eksekutif. Perjalanan dengan kereta eksekutif biasanya ditempuh dalam waktu 8-9 jam.
Sedangkan untuk kereta bisnis hanya dilayani oleh kereta Senja Utama solo. Kereta bisnis sudah dilengkapi AC tidak seperti dulu hanya disediakan kipas angin. Untuk kereta ekonomi dilayani oleh kereta Senja Bengawan. Kisaran harga tiket Kereta Bengawan sepertinya masih dikisaran 75ribu-100ribu. Sangat murah bukan? Akan tetapi kereta ekonomi akan berhenti di lebih banyak stasiun sehingga waktu perjalanan menjadi cukup lama. Konfigurasi kursi kereta ekonomi saling berhadapan dengan susunan kursi 3-2 di masing-masing sisi.
Pesawat
Bagi yang memiliki dana lebih tentu moda transportasi ini sangat layak dipertimbangkan. Keunggulannya tentu soal waktu tempuh, dengan pesawat Jakarta-Solo hanya butuh waktu 1 jam saja. Ada beberapa maskapai yang melayani rute ini antara lain: Garuda Indonesia, Lion Air, dan Sriwijaya Air. Dari Bandara Adi Soemarmo ke pusat kota Solo dapat menggunakan bus Batik Solo Trans (10-20ribu) atau naik Taksi dengan tarif yang cukup mahal.
Friday, May 25, 2012
Tetapan Kesetimbangan dan Hubungannya Dengan ΔG
G pada pembahasan ini merupakan energi bebas. Namun dalam konteks hubungannya dengan tetapan kesetimbangan yang dapat dikaitkan adalah
ΔG atau perubahan energi bebas.
Dalam sebuah aktivitas reaksi akan selalu ditandai dengan adanya
reaktan dan juga produk seperti:
aA + bB +
... = cC + dD + ...
Pada persamaan reaksi tersebut perubahan energi bebas pada berbagai
temperatur yang isoterm adalah:
ΔG = ΔGo
+ RTln(acCadD.../ aaAabB...)
Agar reaksi dapat mencapai kesetimbangan, syarat yang harus
dipenuhi adalah ΔG=0. Sehingga didapatkan persamaan yang baru:
0 = ΔGo
+ RT ln(acCadD.../ aaAabB...)
ΔGo =
-RT ln(acCadD.../ aaAabB...)
Persamaan tersebut berlaku pada reaksi dengan kondisi setimbang. ΔGo
merupakan perubahan energi bebas pada keadaan standar yang bersifat konstan
pada reaksi tertentu. Maka dari itu Ka, konstanta kesetimbangan
termodinamiknya juga harus dalam keadaan konstan.
ΔGo
= -RT ln Ka
Persamaan tersebut secara umum dapat digunakan untuk memprediksi
sifat dari suatu reaksi kimia pada keadaan yang berbeda-beda. Persamaan
tersebut menunjukkan bahwa perbandingan dari aktivitas reaktan dan produk
adalah konstan dan terbebas dari pengaruh apapun terkecuali oleh pengaruh suhu
pada keadaan yang standar.
Wednesday, May 23, 2012
HAKIKAT NEGARA
“Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan” begitulah pendapat Ir.
Soekarno di depan sidang BPUPKI. Hal itulah yang melandasi pikiran akan
pentingnya pembentukan suatu organisasi untuk mengatur kehidupan dan hubungan
interpersonal di antara orang-orang di dalamnya. Untuk selanjutnya organisasi
itu disebut sebagai negara (state). Dalam pengertian ini, negara meliputi
rakyat, wilayah, dan pemerintah yang berdaulat secara konstitutif.
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk
terbentuknya suatu negara terdapat beberapa syarat mutlak dan satu syarat
tambahan. Syarat mutlak terbentuknya suatu negara antara lain:
1.
Rakyat,
yaitu masyarakat yang mendiami wilayah tersebut dan terdiri dari berbagai
golongan sosial dan mereka harus menaati segala ketentuan di area tersebut.
2. Wilayah,
adalah daerah kekuasaan geografis suatu negara yang telah diakui secara
internasional dan memiliki batas-batas yang jelas.
3.
Pemerintah,
merupakan pemerintah yang berhak dan berwenang untuk mengatur dan merumuskan
serta melaksanakan peraturan perundang-undangan yang mengikat masyarakat secara
tegas.
Sedangkan
syarat tambahan terbentuknya suatu negara adalah adanya pengakuan dari negara
lain. Syarat ini tidaklah mutlak akan tetapi tidak dapat dikesampingkan karena
suatu negara tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa dukungan dari negara lain.
Meskipun negara
adalah suatu organisasi. Namun keberadaannya sangat berbeda dengan bentuk
organisasi yang lain. Yang membedakannya adalah suatu negara sangat berkaitan
erat dengan kedaulatan. Kedaulatan adalah konsep mengenai kekuasaan tertinggi
dalam suatu negara. Menurut Jack H. Nagel terdapat dua hal penting dalam konsep
kekuasaan antara lain lingkup kekuasaan dan jangkauan kekuasaan.
Kedaulatan
dapat dipegang oleh siapapun. Sehingga terciptalah lima teori tentang
kedaulatan, yaitu:
1.
Teori
kedaulatan Tuhan, menganggap Tuhan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.
Sehingga kekuasaan pemimpin pemerintahan merupakan representasi dari kekuasaan Tuhan.
2. Teori
kedaulatan rakyat, konsep ini menjelaskan bahwa rakyat memegang kekuasaan
tertinggi dalam suatu negara. Paham inilah dasar dari perkembangan demokrasi
pada saat ini.
3.
Teori
kedaulatan hukum, dimana hukum merupakan pemegang kedaulatan dalam suatu
negara.
4.
Teori
kedaulatan negara, kekuasaan tertinggi untuk mengatur segala aspek kenegaraan
adalah negara.
5. Teori
kedaulatan raja, prinsip ini masih dipegang pada negara berbentuk monarki.
Teori ini percaya bahwa raja adalah pemegang kedaulatan.
Negara memiliki
kewenangan untuk menggunakan kekuatan fisik dalam mengatasi kekacauan yang
terjadi akibat suatu pelanggaran hukum. Di Indonesia, pemahaman ini sering
direalisasikan oleh pemerintah untuk menghalau amuk massa yang kerap terjadi.
Apalagi negara ini menganut teori kedaulatan hukum disamping teori kedaulatan
rakyat. Dalam suatu negara hukum, rakyat harus tunduk terhadap peraturan hukum.
Maka, apabila mereka melakukan pelanggaran terhadap hukum seperti terlibat
dalam suatu amuk massa. Mereka akan terkena konsekuensi atas pelanggaran yang
telah mereka lakukan. Konsekuensi itu dapat berupa tindakan represif dari
aparatur negara (penggunaan kekuasaan fisik yang bersifat memaksa) maupun
hukuman kurungan serta denda.
Subscribe to:
Posts (Atom)